Home » Asmara » Cara Menghindari Jebakan Friendzone

Cara Menghindari Jebakan Friendzone

cara menghindari friendzoneBanyak yang bilang jebakan friendzone itu lebih bahaya daripada jebakan tikus. Jebakan tikus setidaknya bisa dilihat, sedangkan jebakan friendzone cuma bisa dirasakan, itupun oleh orang-orang yang berpengalaman dan tercerahkan (cieh). Karena bahayanya itu pula, maka lebih pantas kalau saya menulis soal cara menghindari jebakan friendzone daripada cara menghindari jebakan tikus (apalagi saya tidak yakin bakal ada tikus yang mau baca).

Friendzone ini bagaikan ranjau darat yang sudah banyak menelan korban para penjuang cinta. Rata-rata orang terjebak friendzone karena tidak bisa membedakan bentuk PDKT untuk membuat si target menumbuhkan cinta dan bentuk PDKT yang membuat si target menumbuhkan rasa sayang versi teman. Ketidakmampuan untuk membedakan inilah yang bakal membuat semua perjuangan PDKT kamu kandas di tengah jalan dan membuat semua keringat, air mata dan darah yang sudah kamu korbankan di dalam prosesnya menjadi sia-sia (kayaknya ini agak lebay ya?).

Tapi supaya kamu tidak melongo sepanjang artikel, ada baiknya kita bahas dulu apa itu friendzone.

Apa sebenarnya friendzone itu?

Friendzone alias zona teman adalah situasi di dalam proses PDKT kamu yang membuat si target merasa kamu lebih cocok dijadikan teman daripada pacar. Kalau saat kamu nembak, si target malah melemparkan kalimat penolakan seperti “kita sebaiknya jadi teman aja” atau “kamu udah aku anggap seperti abang aku sendiri”, kamu patut berduka karena kamu secara resmi sudah masuk friendzone.

Kenapa friendzone sebaiknya dihindari?

Friendzone itu lebih parah daripada yang kamu bayangkan, apalagi kalau kamu cowok. Bagi cewek secara psikologis, ada garis tegas yang membedakan antara teman dan pacar. Dan garis tegas ini membuat teman sulit menjadi pacar, begitu pula sebaliknya. Jadi kalau cewek sudah terlanjur menganggap kamu teman, sangat sulit untuk meng-upgrade status menjadi pacar. Untuk waktu yang lama kamu akan terus dianggap teman, tidak peduli seluas apa lautan api yang kamu seberangi untuk dia. Jadi sebelum kamu mendaratkan harga diri kamu ke lumpur dengan menjadi pengemis cintanya, sebaiknya friendzone ini kamu hindari sejak awal.

Cara Menghindari Jebakan Friendzone

Menghindari friendzone tidak harus dibahas merinci langkah demi langkah. Disini saya akan bahas dengan cara yang lebih umum, yaitu dengan mengetahui apa saja yang tidak boleh kamu lakukan agar tidak termasuk kaum-kaum yang terasingkan di dalam zona teman ini. Berikut ini 5 di antaranya:

1. Jangan PDKT ke Teman

PDKT yang disarankan adalah PDKT yang sebaiknya kepada orang yang tidak kamu kenal sebelumnya. Jadi PDKT kamu dimulai dari kenalan, minta nomer telepon, smsan/bbman, dan seterusnya. PDKT yang tidak disarankan adalah PDKT yang kamu luncurkan ke orang yang sudah kamu kenal (dan mengenal kamu) sebelumnya, apalagi kalau orangnya bahkan sudah menganggap kamu teman. Ini namanya sudah menjebak diri sendiri ke dalam friendzone dan ini sama bodohnya dengan lompat ke dalam lubang penuh ranjau secara sukarela.

Tapi jangan salah, PDKT kepada teman bukannya diharamkan. Kalau hati baru merasakan adanya benih-benih cinta setelah lama berteman, otak mau bilang apa? Hanya saja ini tidak disarankan, karena berarti kamu harus mereset ulang dulu hubungan kamu dengan si target yang tadinya berstatus “teman” menjadi “gebetan”. Dan merubah status ini tidak semudah merubah status profil di Facebook.

Pada dasarnya saya tidak menyarankan kamu PDKT ke orang yang sudah lama kamu kenal. Tapi kalau kamu merasa tidak ada lagi pilihan, saya cuma bisa menyarankan kamu membaca dulu Cara Keluar dari Friendzone.

2. Jangan Takut Menggombal

Banyak cowok yang takut menggombal saat PDKT. Jangankan menggombal, sekedar melemparkan pujian seperti “kamu cantik” pun tidak berani. Alasannya, takut nanti si target malah ilfil karena gombal. Padahal, dengan memberikan satu- dua gombal atau pujian kepada si target, ini sudah mempertegas kepada dia bahwa kamu tidak datang untuk jadi teman.

Saya sudah sering menyarankan kepada pembaca untuk tidak pernah takut menggombal. Pasalnya, cewek adalah mahkluk emosional yang suka pujian, terlepas dari seperti apa latar belakang pendidikan dan lingkungan ia dibesarkan. Kamu hanya perlu mencari timing yang tepat untuk melancarkan gombal kamu. Misalnya, saat duduk di tepi pantai sambil menyaksikan sunset, kamu bisa bilang “Sunset ini kok lebih indah kalau dilihat dari mata kamu ya?

Mungkin si cewek bakal bilang “Iih apaan sih? Geli banget dengernya” tapi percaya deh, secara naluriah dia tidak bisa menyangkal ada efek senang yang dia dapatkan dari pujian tersebut. Ini adalah hukum alam yang sudah tercetak di dalam kode genetika setiap cewek.

Ingat juga bahwa kalau di dalam proses PDKT kamu kurang melancarkan gombal, si cewek bisa saja salah menangkap maksud kamu dan berpikir kamu lebih asyik dijadikan teman. Kalau sudah begini, masuklah kamu ke dalam friendzone yang terkutuk.

3. Jangan Terlalu Agresif

Saya tau sangat sulit untuk tidak memikirkan si target setiap saat kalau sedang jatuh cinta. Tapi tolong, ini tidak berarti kamu harus menghubungi si target setiap 15 menit! Terlalu agresif dalam PDKT adalah kesalahan paling umum cowok yang membuat mereka masuk ke dalam jebakan friendzone.

Agresif dalam PDKT memang adalah sifat alamiah setiap cowok. Bahkan sejak zaman manusia gua sekalipun, cowok memang agresif dalam usahanya mengklaim sesuatu, mulai dari teritori, gua yang ingin dijadikan tempat tinggal, sampai cewek yang ingin dijadikan pasangan. Tapi di zaman manusia gua mungkin belum ada fenomena yang disebut friendzone. Jadi bagi kita pejuang-pejuang cinta di zaman modern ini, tidak ada pilihan lain kecuali menekan DNA agresif yang sudah berumur ribuan tahun itu.

Ketertarikan awal lawan jenis selalu datang dari rasa penasaran. Maka dari itu, dalam PDKT kamu sebaiknya tidak terlalu agresif karena ini bisa menghapus rasa penasaran si target. Kalau kamu terlalu agresif: menghubungi si target tiap 15 menit, meng-sms si target setiap 7 menit, me-mention si target setiap 3 menit, semua rasa penasaran doi ke kamu akan terkuras habis dan kamu berakhir jadi pejuang cinta yang cuma dianggap teman.

4. Hindari Curhat

Banyak orang yang menjadikan curhat sebagai salah satu strategi PDKT untuk membangun kedekatan dengan si target. Katanya, lewat curhat kamu membuat kesan bahwa kamu percaya kepada si target dan juga membangun rasa empati si target dengan curhatan kamu. Saya pribadi adalah orang yang menentang konsep ini karena saya sudah membuktikan kegagalannya berkali-kali!

Kamu tidak perlu ikut-ikutan mencoba cuma untuk sekedar memastikan bahwa curhat bisa bikin PDKT kamu GATOT KACA (gagal total + kacau balau). Kamu cuma perlu tau logika sederhananya: teman adalah tempat curhat yang paling nyaman. Mengajak curhat = mengajak berteman.

Saya pernah mencoba strategi curhat ini. Awalnya, saya mencoba menyelipkan curhatan waktu lagi nelpon si target. Tujuannya untuk membuat target merasa saya nyaman dan percaya dengan dia. Akhirnya si target juga mulai merasa nyaman dan curhat balik ke saya. Awalnya saya merasa semuanya sudah berjalan sesuai rencana, sampai akhirnya si target curhat ke saya soal gebetannya….. Hati ini rasanya seperti disayat pisau dapur yang habis dipakai kupas bawang….

Jadi hindari curhat mencurhat selama proses PDKT. Ketika ngobrol dengan si doi, jangan menciptakan situasi yang memungkinkan si doi untuk curhat. Dalam PDKT, belum saatnya untuk curhat-curhatan. Karena kalau dalam proses PDKT si doi sudah nyaman curhat, kamu sudah selangkah lebih dekat dengan kalimat penolakan “Kamu udah saya anggap seperti abang aku sendiri…”

5. Jangan Kelamaan PDKT

Banyak orang yang menunggu terlalu lama sebelum akhirnya nembak. Penantian yang lama ini biasanya didasari ketakutan bakal ditolak. Padahal, semakin lama ditunda, semakin besar kemungkinan penolakan itu sendiri.

Masalah waktu PDKT ini dibahas lengkap dalam buku Formula Cinta, tapi akan saya coba rangkum sependek-pendeknya disini:

Seperti yang sudah saya sebutkan di paragraf atas dan berkali-kali di artikel-artikel sebelumnya, bahwa ketertarikan awal lawan jenis selalu datang dari rasa penasaran. Rasa penasaran yang kamu timbulkan dalam diri si target sepanjang proses PDKT kamu adalah hal yang membuat ia terus memikirkan kamu. Rasa penasaran ini datang dari beberapa pertanyaan di benak si target mengenai kamu, misalnya “Kok dia perhatian banget? Kira-kira suka gak ya ama aku?” atau “Dia itu kesehariannya kayak gimana ya?”. Semua pertanyaan ini datang karena kurangnya informasi yang si target tau mengenai kamu.

Dalam buku Formula Cinta (satu-satunya buku yang saya sarankan untuk semua pejuang cinta) sudah ditegaskan bahwa rasa penasaran si target harus terus dipertahankan selama proses PDKT. Ketika rasa penasaran si target kepada kamu makin besar, jangan tunggu terlalu lama untuk nembak. Karena dengan nembak si target, kamu seperti menawarkan kesempatan kepada si target untuk mendapatkan semua jawaban penasarannya tentang kamu. Jika si target bilang “tidak”, ia tau ia tidak akan pernah bisa menjawab semua rasa penasarannya tentang kamu lagi. Ini secara langsung memaksa si doi untuk bilang “iya” kan?

Bandingkan hasilnya jika kamu PDKT terlalu lama. Semakin lama kamu PDKT, semakin banyak informasi yang diketahui si target mengenai kamu. Informasi yang ia dapatkan menjawab satu demi satu pertanyaan dibenaknya mengenai kamu. Seiring dengan terjawabnya semua pertanyaan itu, hilang pula rasa penasaran si target kepada kamu. Dan seiring dengan hilangnya rasa penasaran tersebut, hilang pula semua ketertarikan si doi kepada kamu dengan sebuah kesimpulan pendek yang baru: “Ah, dia biasa-biasa aja. Mending jadi temen aja deh”

Kesimpulan

Menghindari jebakan friendzone beda dengan menghindari jebakan kotoran kuda. Jebakan kotoran kuda bisa dilihat dengan mata, dan kalau kena pun cuma mengotori alas kaki. Tapi menghindari jebakan friendzone membutuhkan pengetahuan+pengalaman, dan kalau kena bisa menyebabkan cidera hati yang serius. Pada intinya, untuk menghindari friendzone kamu cuma harus datang ke dalam hidup si target sebagai “gebetan”, bukan sebagai “teman”. Bagaimana caranya? Kan sudah dibahas di atas tadi. Kamu baca gak sih? :p

Semoga bermanfaat, selamat mencoba.

Admin Cakep, out!

Note: Thanks buat bro @soelmaes yang sudah request topik ini.

* * * * * * * * * * * * *

Update Terbaru Admin!

Mau tau rahasia memikat cewek di bawah 7 MENIT?
Mau tau cara membuat cewek melakukan APA SAJA yang kamu mau dibawah 7 HARI? Temukan rahasianya disini.
Artikel ini hanya akan dipasang selama 3 hari. Buruan ambil infonya!
* * * * * * * * * * * * *

Penulis: Anonima EM

Saya adalah seorang website developer dan penulis konten. Saya membuat situs dan menulis artikel informasi bukan karena dasar uang, tapi lebih kepada dasar keikhlasan berbagi dan memberi pengetahuan kepada sesama umat..... Ah, sudahlah. Ya, saya memang melakukan ini semata-mata untuk uang! Cheers!

5 jawaban

  1. apakah friendzone bisa lebih buruk?

    cousin zone jauh lebih menyakitkan

    • Anonima EM

      LOL! cousinzone..
      Kalau udah brotherzone, mending cari silet udah.

  2. mantap cerita nya gan hp:081384434775
    vacumpembesaralatvital.com

  3. artikelnya sangatt bangus

  4. wah keren sekali aku suka, artikelnya sangat bermanfaat
    salam : solusipenis.com

Masukkan Jawaban

Alamat email kamu tidak akan kami tampilkan. Kolom yang harus diisi ditandai dengan *

*