Home » Asmara » 5 Tipe Cewek yang Pantas Dijadikan Istri

5 Tipe Cewek yang Pantas Dijadikan Istri

cewek-yang-pantas-dijadikan-istriTerlahir dengan sebuah kelamin tidak lantas membuat kamu pantas mengambil posisi dalam sebuah kesatuan yang disebut rumahtangga. Karena baik suami ataupun istri, masing-masing punya tanggungjawab berbeda yang membutuhkan kualitas yang berbeda pula. Kualitas-kualitas ini sebenarnya sudah bisa kelihatan dari cewek kamu saat masih pacaran. Dan artikel ini akan saya bantu kalian para pejuang cinta untuk mengenali kualitas-kualitas tersebut.

Kenapa ini penting untuk dibahas?

Karena pernikahan itu adalah kontrak yang berat bro! Saat kamu menandatangani buku nikah, itu seperti menandatangani surat perjanjian bertanggungjawab dan berkomitmen dengan durasi kontrak sampai mati! Kalau kemudian cewek yang kamu jadikan pasangan hidup sebenarnya bukan cewek yang pantas untuk dijadikan istri, ini sama dengan menandatangi kontrak untuk hidup di neraka dunia sebelum mati dan ditransfer ke neraka beneran.

Kalau salah pilih kan bisa cerai terus nikah lagi..

Nah ini dia. Mentalitas yang menggampangkan pernikahan itu cuma datang dari cowok yang mikirnya cuma pakai buah zakar. Karena pernikahan itu jujur aja tidak gampang, karena bukan cuman kamu aja yang repot tapi kedua pihak keluarga juga ikutan repot. Belum lagi kalau ada anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut. Setiap perceraian akan diakhiri dengan pembagian harta, penyerahan hak asuk dan ritual jambak-jambakan di depan hakim. Jadi jangan berpikir pernikahan dan perceraian itu barang gampang bung. Pernikahan itu sesuatu yang sakral dan sudah sebaiknya diperlakukan selayaknya sesuatu yang sakral.

Di artikel ini akan saya berikan 5 kualitas utama yang harus dimiliki semua insan yang nantinya akan menduduki tahta ratu rumahtangga alias mucikari istri. Apakah pacar kamu punya salah satu diantaranya, atau malah lima-limanya? Berikut ini 5 hal yang menentukan apakah cewek kamu pantas dijadikan calon istri.

1. Pengertian

Manusia adalah spesies yang secara konstan melakukan 2 hal tenpa henti dan tanpa dia sadari: bernapas dan bikin salah. Yup, manusia adalah tempatnya lupa, dan lupa bakal bikin kita salah. Dan tidak ada satu insanpun yang layak dijadikan pendamping hidup kecuali dia mengerti dan sadar akan kecenderungan ini.

Jangan pikir pernikahan bakal seperti masa-masa pacaran, dimana cuma ada cinta di udara saat kalian berduaan. Dalam pernikahan, kalian sudah bertanggungjawab sepenuhnya akan kehidupan kalian sebagai keluarga, dan disitulah datang berbagai tekanan. Tekanan yang bisa bikin kamu ngamuk-ngamuk cuma karena kesalahan kecil pasangan kamu saja.

Untuk menyeimbangkan ini, perlu cewek pengertian sebagai pasangan hidup. Karena saat kamu marah, dia harus mengerti kalau kamu sedang tertekan. Dan sebaliknya saat dia galau, kamu juga harus mengertia dia sedang tertekan. Kalau saat pacaran saja cewek kamu sudah tidak memperlihatkan tanda-tanda pengertian, kemungkinan besar cewek kamu bukan cewek yang pantas dijadikan pendamping hidup atau calon istri.

2. Sabar

Enaknya, saat ini kalau mau makan tinggal ngesot ke meja makan. Saat ini kalau maau nonton tivi tinggal ngangkat jempol ke remote. Setelah nikah nanti, mau makan harus pastikan dulu bahan makanan ada dan yang masak juga ada. Setelah nikah nanti, mau nonton tivi harus pastikan tagihan listrik bulan lalu sudah dibayar. Semua hal jadi tidak sesederhana dulu waktu kamu masih jadi benalu di rumah ortu.

Ketika keadaan sudah jadi begini, sabar adalah kualitas pertama yang harus kamu dan calon istri kamu miliki. Karena keadaan yang sulit akan bikin kalian gampang emosi, dan emosi akan jadi penyulut pertengkaran, dan pertengkaran demi pertengkaran bakal jadi pencetus perceraian. Cuma sabar dan pengertian yang bisa menahan kalian dari tonjok-tonjokan karena tekanan rumah tangga.

Saat pacaran, kamu sudah bisa melihat apakah pacar kamu punya kualitas ini atau tidak. Kalau hal-hal kecil saja bisa bikin cewek kamu ngambek 7 bulan, rasa-rasanya si doi bukan cewek yang pantas kamu jadikan pendamping hidup.

3. Hormat

Pacar yang hormat adalah pacar yang mengerti cara memposisikan kamu dalam sebuah hubungan. Sebagai cowok, kamu adalah calon kepala keluarga, pempimpin, pelindung, pemberi nafkah, tukang pasang tabung gas dan tukang ledeng dadakan (heh?). Bahkan dalam hubungan berpacaran sekalipun, si cewek seharusnya sudah memperlihatkan rasa hormat terhadap seorang calon suami.

Rasa hormat ini juga adalah bagian dari pengertian sebenarnya. Karena pacar yang baik adalah pacar yang mengerti cara berpikir cowok dan bisa menghormati itu. Pacar yang baik juga mengerti bagaimana cowok meniggikan ‘harga diri’ dan cewek yang baik tau betul bahwa mempermainkan harga diri cowok itu bukan hal yang baik, walaupun sekedar main-main.

Rasa hormat yang ditunjukkan pacar kamu adalah refleksi rasa hormat yang akan dia tunjukkan saat nanti sudah dijadikan istri. Kalau selama pacaran cewek kamu suka membentak, memanggil kamu dengan kata-kata kotor saat marah atau bahkan menggetok kepala kamu pakai sendal cuma buat bercanda, rasanya dia bukan orang yang tepat untuk kamu jadikan istri.

4. Tidak Boros

Bicara masalah posisi yang wajar dalam sebuah rumahtangga, seharusnya istri lah yang menjadi bendahara. Tugas kamu sebagai cowok adalah membanting tulang, menyerahkan harga diri kamu untuk bekerja kepada laki-laki lain yang lebih kuat secara finansial dan menyerahkan semua uang tersebut kepada mahkluk yang kamu sebut istri di akhir bulan.

Nah, uang ini tadilah yang bakal digunakan untuk memastikan ada makanan di meja makan kamu dan ada listrik yang mengalir ke colokan tivi. Tapi bayangkan kalau bendahara kamu cuma menghabiskan uang untuk tas branded cuma buat pameran di Instagram yang kemudian memaksa kamu untuk puasa Senin Kamis? (Senin puasa, bukanya Kamis)

Bagaimana pola pikir cewek dalam membelanjakan uang sudah bisa dilihat sejak saat pacaran. Apakah pacar kamu membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang berguna? Apakah untuk hal-hal yang termasuk investasi yang bisa menghasilkan lebih banyak ke depannya? Atau apakah untuk benda-benda mati bermerk yang cuma bakal usang ditelan trend baru?

5. Mengerti Kodratnya

Pada akhirnya, keluarga yang baik adalah keluarga yang masing-masing anggotanya mengerti dan sadar akan posisinya masing-masing. Suami seharusnya sadar posisi dan tanggungjawabnya, begitupula istri, anak, pembantu, tukang taman dan tukang AC yang suka nyolong. Masing-masing punya tanggungjawab dan apapun ambisi mereka sebaiknya berdasarkan tanggungjawab tersebut. Maksudnya gini…

Kamu mungkin berambisi punya jabatan tinggi dan uang banyak. Itu bagus memang. Tapi sebagai suami, ambisi untuk punya jabatan tinggi dan uang banyak itu sebaiknya berdasarkan tanggungjawab kamu sebagai kepala rumahtangga dan tulang punggung finansial. Bukan cuma karena kamu mau beli mobil baru, atau mau jalan-jalan ke luar negeri, atau apapun yang tidak ada hubungannya dengan masa depan keluarga dan anak-anak kamu.

Sebagai istri, calon kamu juga sebaiknya sudah menyadari posisinya dalam rumahtangga yang sudah didikte oleh kodrat. Karena jujur aja, banyak sekali cewek sekarang yang berniat untuk berkarir bahkan setelah berkeluarga, tapi sekedar demi membuktikan diri bahwa dia bisa berdasarkan sentimen terhadap emansipasi yang katanya bobrok. Jadilah mereka istri yang terus berkarir karena ambisi pribadi dan meninggalkan anak-anaknya dididik oleh baby sitter yang cuma bisa bahasa pedalaman…

Cewek yang pantas dijadikan istri adalah cewek yang sadar betul bakal tanggungjawabnya saat jadi istri nanti. Bahwa tanggungjawabnya adalah mengurus kebutuhan anak dan suami secara umum, dan yang paling penting, selalu ada untuk anak-anak mereka sebagai pelindung dan pendidik. Kualitas ini sudah bisa kamu lihat dari cewek-cewek yang lebih suka tinggal di rumah dan tau masak. Walaupun insting keibuan ini bisa kamu rangsang dari istri kamu nantinya, tapi buat apa ambil risiko kan?

* * * * * * * * * * * * *

Update Terbaru Admin!

Mau tau rahasia memikat cewek di bawah 7 MENIT?
Mau tau cara membuat cewek melakukan APA SAJA yang kamu mau dibawah 7 HARI? Temukan rahasianya disini.
Artikel ini hanya akan dipasang selama 3 hari. Buruan ambil infonya!
* * * * * * * * * * * * *

Penulis: Anonima EM

Saya adalah seorang website developer dan penulis konten. Saya membuat situs dan menulis artikel informasi bukan karena dasar uang, tapi lebih kepada dasar keikhlasan berbagi dan memberi pengetahuan kepada sesama umat..... Ah, sudahlah. Ya, saya memang melakukan ini semata-mata untuk uang! Cheers!

Masukkan Jawaban

Alamat email kamu tidak akan kami tampilkan. Kolom yang harus diisi ditandai dengan *

*