Home » Asmara » 4 Hal yang Akan Kamu Sesali Setelah Putus

4 Hal yang Akan Kamu Sesali Setelah Putus

hal yang disesali saat putus oleh cararahasiaSiapa sih yang gak senang pacaran? Masa-masa indah yang kamu lewati mulai saat PDKT sampai masa-masa mendebarkan saat merencakan penembakan adalah bagian paling seru dalam hubungan. Tapi pernah tidak terpikir bahwa dalam setiap hubungan ada risiko pertikaian, perselisihan dan ketidakcocokan yang bisa berakhir dengan kata “putus” yang juga kadang-kadang datang dengan bonus tamparan? Ya, setiap hubungan pacaran yang dimulai punya risiko putus dan itu bisa terjadi kapanpun dengan alasan apapun.

Setelah putus, ada banyak hal yang patut kamu sesali. Terutama kalau kamu sudah menjalin hubungan lebih dari 1 tahun. Dalam 365 hari tersebut, sudah banyak perjuangan dan pengorbanan yang kamu lakukan dengan harapan hubungan kamu bisa langgeng sampai ajal datang dan bilang “bubar!”. Diantara banyak hal yang akan kamu sesali saat putus, berikut ini 4 penyesalan yang paling menyesakkan.

Mengenali semua hal-hal ini bisa membantu kamu dan si doi untuk memperbaiki hubungan dan berusaha lebih baik agar hubungan kamu tidak harus berakhir dengan penyesalan, air mata dan darah para pejuang (heh???). Tanpa basa dan basi lagi, berikut ini 4 hal yang akan paling kamu sesali saat putus.

Waktu

Hal pertama yang bakal paling kamu sesali adalah seberapa banyak waktu yang sudah kamu buang. Kalau mau dihitung-hitung, jangan cuman masa pacarannya aja, tapi masukkan juga waktu yang kamu habiskan saat “bergeli-geli” ria dalam proses PDKT. Kebanyakan orang menghabiskan waktu setidaknya 3-4 bulan PDKT sebelum akhirnya nembak. Segelintir orang yang profesional dan orang yang nekat menghabiskan kurang dari waktu tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan hubungan pacaran yang berlangsung mungkin selama beberapa bulan sebelum berubah menjadi neraka dunia. Tapi pada intinya, sebanyak atau sesedikit apapun waktu yang kamu habiskan bersama si mantan tetap sama berharganya. Waktu itu sudah terbuang sia-sia dan patut kamu sesali saat putus.

Bayangkan hal-hal lain yang bisa kamu lakukan dengan sejumlah waktu itu kalau kamu tidak harus ketemu dan terlibat hubungan yang menyeramkan dengan si mantan. Kamu bisa lebih banyak ngumpul dengan teman, ngumpul dengan keluarga, have fun sendirian ataupun mungkin, ketemu dengan orang lain yang lebih pantas dijadikan pacar ketimbang belatung lumpur yang kemarin kamu pacari. Walaupun waktu yang terbuang adalah salah satu hal yang patut kamu sesali saat putus, setidaknya ada pelajaran hidup yang bisa kamu petik dari hubungan yang gagal tadi. Mudah-mudahan pelajarannya cukup penting buat kamu supaya tidak semua waktu kamu terbuang sia-sia.

Harapan

Satu hal yang tidak bisa disangkal setiap umat manusia yang berpacaran adalah adanya harapan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan si pacar. Karena pacaran jadi gak guna kalau harapan itu tidak pernah ada. Disadari atau tidak, semua yang kamu lakukan selama berpacaran dimotori oleh harapan ini. Saat ngajak si doi nonton, saat ngajak si doi makan malam, saat ngajak si doi berantem karena boros beli sepatu, semua ini karena kamu punya harapan masa depan dengan si doi.

Tapi ketika kata putus itu datang dibarengi dengan rasa sakit pada liver dan puluhan status facebook yang galau, semua harapan jadi ikut sirna (cieh, sirna nih ye). Semua mimpi siang bolong tentang kamu dan si doi yang melangkah dengan bangga ke liang kubur pelaminan cuma tinggal mimpi aja. Sekarang tidur siang kamu cuma dihiasai mimpi yang kosong dan bantal yang banjir air mata campur iler. Semua yang tadinya harapan berubah menjadi penyesalan seiring dengan datangnya kata putus yang terkutuk itu…

Sebenarnya kalau dilihat dari sisi lain, harapan itu tidak harus berubah seluruhnya menjadi penyesalan. Karena bayangkan kalau kata putus itu datang terlambat dan harapan kamu menjadi kenyataan. Bayangkan harus berpisah ketika hubungan kamu sudah terikat pernikahan…. bayangkan harus menjalani pernikahan itu dengan orang yang salah… bayangkan harus membagi harta gono-gini yang cuma berupa sepetak tanah dengan pohon karsen di atasnya…. urusannya akan lebih parah lah pokoknya. Intinya, dalam penyesalan itu ada sedikit rasa syukur yang patut kamu sadari karena kamu tidak harus melangkah ke pernikahan dengan orang yang salah.

Kepercayaan

Kepercayaan kamu  harus sampai ke tingkat tertentu sebelum kamu bisa memulai hubungan pacaran dengan seseorang. Tidak mungkin kamu setuju menjalin hubungan dengan orang yang tidak kamu percayai. Kepercayaan ini tidak cuman menyangkut kesetiaan aja, tapi juga percaya bahwa si doi bakal jadi pacar yang pengertian, percaya bahwa si doi bisa jadi pacar yang bertanggungjawab, percaya bahwa si doi bisa membawa harapan kamu ke jenjang yang lebih serius suatu hari nanti.

Tapi ketika kata putus itu datang, semua kepercayaan kamu runtuh dalam waktu sekejap. Walaupun alasan putus kamu tidak didasari kehadiran pihak ketiga, tapi tetap aja ada kepercayaan di dalam diri kamu yang rasanya sudah dikhianati. Apalagi kalau si doi, maaf maksud saya si mantan (hehe) pernah menabur janji politik seperti “aku akan bikin kamu bahagia” atau “aku mau serius dengan kamu” atau “nonton berikutnya aku yang bayar” atau semacamnya lah. Rasa percaya yang sudah kamu berikan ke si mantan memang sesuatu yang layak kamu sesali ketika putus. Karena menurut saya pribadi sih, rasa percaya itu gak pantas diberikan kepada mereka yang gak pantas…… (boros kata banget ya?).

Rasa Takut Berhubungan

Satu hal yang paling banyak membuat orang menyesal saat putus adalah datangnya rasa takut berhubungan pasca perpisahan. Pada kebanyakan cowok ini biasanya gak terjadi. Tapi bagi cewek, rasa takut berhubungan setelah putus itu hal yang lumrah sekali terjadi. Apalagi kalau, maaf, sudah pernah terjadi serangkaian kegiatan “plus-plus” dengan si mantan waktu berhubungan.

Ini memang patut disesali karena takut berhubungan lagi itu bukan sesuatu yang logis untuk dilakukan. Kenapa harus takut berhubungan? Toh kamu tidak akan berhubungan dengan orang yang sama lagi. Dalam setiap bentuk hubungan, bahkan dalam hubungan persahabatan sekalipun, selalu ada risiko perselisihan yang bakal bikin kamu ditonjok atau minimal ditimpuk tong sampah yang berisi sisa makanan 3 bulan lalu. Tapi risiko-risiko dalam hubungan ini tidak lantas menjadi alasan pembenaran untuk tidak mencoba berhubungan kan?

Pengorbanan Finansial

5 jam pertama setelah putus, penyesalan yang satu ini memang belum datang. Detik demi detik kamu isi dengan kegalauan tingkat dewa mabuk untuk 5 jam kedepannya. Tapi saat kamu sudah mulai menata diri dan keluar dari zona kegalauan (yang biasanya terjadi saat kamu sudah mulai lapar), kamu baru bakal menyadari satu hal yang juga patut disesali saat putus: banyaknya uang yang terbuang selama pacaran. Ini khususnya terjadi pada cowok dan biasanya baru disadari ketika di dapur cuman ada indomie goreng kadaluarsa beberapa saat setelah putus.

50% dari pacaran adalah perjuangan dan pengorbanan. Karena dalam hubungan pacaran, kamu setidaknya pernah diharuskan untuk menjemput si doi melalui lautan kendaraan di lalu lintas yang lebih menjengkelkan dari mukanya Farhat Abbas. Dan ini tentunya dengan pengorbanan duit bensin yang tidak sedikit. Itu cuma contoh kecilnya aja. Pacaran bagi cowok itu adalah perjuangan fisik dan pengorbanan finansial.

Ini bukannya mau perhitungan ya. Tapi bayangkan skenario seperti ini: kalau seandainya kamu tau bahwa si doi nantinya bukan orang yang tepat untuk jadi pendamping seumur hidup kamu, kira-kira kamu mau tidak mengeluarkan semua dana tersebut saat pacaran? Cowok yang kepalanya belum pernah terbentur bamper truk kontainer pasti akan menjawab “tidak”. Tapi karena semua pengorbanan finansial itu sudah kamu lakukan selama pacaran hanya untuk akhirnya mengetahui si doi bukan orang yang tepat, sudah sewajarnya kamu menyesal. Apalagi kalau selama ini ternyata kamu pacaran dengan cewek siluman ular sawah Zimbabwe, atau yang dikenal dengan nama lain “cewek matre”.

Catatan: Biar kamu tidak terjebak hubungan dengan cewek macam begini, jangan lewatkan artikel cara mengenali cewek matre yang sudah saya tulis sebelumnya.

Kesimpulan

4 poin di atas hanyalah beberapa poin penyesalan yang paling umum terjadi pasca putus. Masih banyak hal lain yang bisa saja kamu sesalkan saat hubungan kamu berakhir tragis, tapi hal-hal itu sangat bervariasi untuk masing-masing pasangan tergantung dari bagaimana kebiasaan dan lamanya hubungan tersebut. Buat kamu yang merasa terzolimi oleh rasa penyesalan karena si mantan, tidak ada salahnya melakukan sesuatu untuk membuat si mantan kamu juga ikut menyesal. Untuk itu, baca juga artikel cara membuat mantan menyesal mutusin kamu.

Mudah-mudahan artikelnya bisa bermanfaat. Kalau ada salah-salah kata, mohon ditelan aja bulat-bulat ya XD

Admin cakep Out!

* * * * * * * * * * * * *

Update Terbaru Admin!

Mau tau rahasia memikat cewek di bawah 7 MENIT?
Mau tau cara membuat cewek melakukan APA SAJA yang kamu mau dibawah 7 HARI? Temukan rahasianya disini.
Artikel ini hanya akan dipasang selama 3 hari. Buruan ambil infonya!
* * * * * * * * * * * * *

Penulis: Anonima EM

Saya adalah seorang website developer dan penulis konten. Saya membuat situs dan menulis artikel informasi bukan karena dasar uang, tapi lebih kepada dasar keikhlasan berbagi dan memberi pengetahuan kepada sesama umat..... Ah, sudahlah. Ya, saya memang melakukan ini semata-mata untuk uang! Cheers!

Masukkan Jawaban

Alamat email kamu tidak akan kami tampilkan. Kolom yang harus diisi ditandai dengan *

*