Home » Asmara » Tips Mencari Topik Obrolan Saat PDKT

Tips Mencari Topik Obrolan Saat PDKT

topik-obrolan-saat-pdktBahan pembicaraan saat pdkt adalah salah satu kunci keberhasilan kamu dalam sebuah perjuangan cinta yang penuh darah, air mata dan tagihan makan malam. Kamu pasti sudah sering melihat contoh-contoh kencan yang pasti berakhir buruk di tempat umum. Contoh-contoh seperti pasangan kencan yang duduk berdua tapi masing-masing sibuk dengan smartphone dalam suasana yang super membetekan. Dalam kasus seperti ini, si cowok tidak akan dapat apa-apa malam itu kecuali tangki bensin yang kering dan dompet yang gersang.

Kenapa topik obrolan penting saat PDKT?

Semua bentuk hubungan, mulai dari persahabatan, percintaan sampai pernikahan, semuanya bertulang punggung pada komunikasi dua arah. Ya, dua arah. Dalam artian, tidak hanya salah satu pihak saja yang mendominasi komunikasi, tapi keduanya harus sama-sama aktif. Ketika komunikasi dua arah sudah terjadi, kata “cocok” tinggal menyusul aja.

Kamu bisa bilang “akh saya gak ada masalah soal mencari topik pembicaraan

Boleh jadi kamu memang orang yang hobi ngobrol dan cerewet kayak angsa kurban. Tapi target kamu mungkin aja agak tertutup. Nah, keberhasilan pdkt kamu tidak bergantung dengan seberapa banyak kamu ngomong, tapi secerdas apa kamu memancing si target kamu untuk ngomong lebih banyak! Camkan ini kisanak!

Disini saya tidak akan tuliskan gimana cara untuk akhirnya bisa mengajak gebetan kamu keluar karena ini pastinya sudah gampang kalau kamu sudah membaca tips pdkt untuk pemula. Jadi tanpa si basa dan si basi lagi, berikut ini langkah demi langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencari bahan obrolan yang pas saat pdkt.

Pelajari si target

Tidak ada 2 orang di muka bumi ini yang sama persis, bahkan kembar siam identik sekalipun. Masing-masing orang punya ketertarikan, ketakutan, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi mustahil untuk menemukan sebuah topik obrolan universal yang bakal menarik minat semua orang.

Jadi sangat bijak untuk mengawali perjuangan cinta kamu dengan sedikit mencari tau soal si target. Mencari tau disini bukan mencari tau ukuran celana atau ukuran branya (walaupun dua hal itu mungkin yang paling kamu perhatikan dari si target). Yang perlu kamu cari tau adalah sebanyak-banyaknya info tentang pribadi, prestasi, bidang kesukaan, hobi, ketakutan, kelebihan dan kekurangannya.

Info ini bisa kamu dapatkan dari mana aja yang penting akurat. Bisa dari keluarganya, teman kelasnya, teman kampusnya, orangtuanya, satpam kompleknya, mantan supirnya, gojek langganannya, terserah deh pokoknya.

Awali dengan Basa Basi

Nah, kita tiba dihari kamu ketemuan dengan si target. Setelah mempelajari info tentang si target, kamu pasti sudah tau dimana tempat yang tepat untuk mengajak si doi kencan. Misalnya, kalau si target demam drama Korea, sedikit kurang bijak untuk mengajak si doi kencan di lubang buaya atau di cafe bertema Nazi.

Baca baik-baik, bagian ini penting: kamu mungkin sudah tau persis apa hobi dan kesenangan si target yang bisa kamu bahas. Saya tau kamu pasti bakal buru-buru mengangkat topik itu agar si target merasa “kok dia tau banyak sih soal akyuuu”. Sabar bung! Semua yang kamu ketahui tentang si target sebaiknya jadi surprise. Jadi tahan dulu obrolan utama kamu dan awali dengan basa-basi biasa dulu.

Note: Setelah hidup belasan tahun, rasanya saya tidak perlu lagi mengajarkan kamu basa-basi standar kan?

Masuk ke Topik yang Disenangi si Target

Masuk ke inti pembicaraan dimana semuanya hanya tentang dia, dia dan dia. Saatnya memuntahkan semua info yang tadinya kamu pelajari tentang si target. Bahas semua tentang kesenangannya, hobinya, ketakutannya dan apapun yang kamu tau tentang dia. Tidak ada aturan disini, tapi semakin cerdas kamu mengulik bahan obrolan kamu, semakin besar efeknya pada si target.

Saya beri salah satu contoh: kamu bisa buat obrolan kamu “kebetulan” aja nyenggol hobi si target. Misalnya si target hobi nonton drama Korea. Kamu disarankan untuk memutar-mutar dulu pembicaraan sebelum masuk ke topik drama Korea. Misalnya, kamu mulai dengan topik travel jalan-jalan murah ke Korea. Pelan-pelan hubungkan topik travel Korea itu ke salah satu artis Korea, lalu pelan-pelan masuk ke drama Korea kesukaan si target. Gampang kan?

Buat si Target Tertawa

Walaupun masing-masing manusia berbeda, tapi masing-masing manusia punya satu persamaan: suka ketawa. Selain Hitler, siapa sih yang gak merasa senang saat ketawa? Jadi kamu bisa gunakan beberapa lelucon yang sebaiknya masih berhubungan dengan topik obrolan utama tadi.

Ini penting, karena disini kamu bisa mempelajari bagaimana selera humor si target dari responnya terhadap lelucon kamu. Karena ingat, si target akan lebih cepat tertarik jika merasa nyaman, lebih cepat merasa nyaman jika merasa senang, dan tentunya akan senang kalau sering ketawa. Jadi buat si doi ketawa!

Masuk ke Topik Personal

Akan tiba waktu dimana kamu sebaiknya masuk ke topik yang lebih personal. Tapi ingat, waktunya harus tepat. Gimana cara mengetahui kalau si doi secara emosional sudah siap masuk ke topik personal?

  1. Pembicaraan sudah mengalir seperti air sungai, tidak ngambang seperti air kobokan
  2. Si target sudah makin cerewet dan sering membuka topik pembicaraan sendiri
  3. Si target sudah sering ketawa
  4. Si target sudah dengan antusias menatap mata kamu saat kamu bicara

Kalau empat poin di atas sudah terjadi, waktunya masuk ke bahan pembicaraan yang lebih personal yang mana bisa kamu manfaatkan untuk duduk lebih dekat dan ngobrol dengan berbisik (asyiik). Tapi sabar bro, jangan mentang-mentang berbisik terus nyosor.

Topik personal yang saya maksud disini juga masih ada batasannya. Kalau kamu nanya seberapa sering si target cebok setiap hari, ini bukan topik personal tapi topik semi cabul namanya. Topik pembicaraan yang saya maksud masalah keluarga, masalah pengalaman pacaran, masalah ketakutan si doi, atau apapun itu yang bisa berkesan “curhat”.

Tapi ingat: kalau doi kelihatan tidak nyaman membahas topik yang personal, segera cari topik pembicaraan lain. Bisa saja si target belum masuk ke 4 kondisi di atas, bisa saja topik kamu terlalu privasi bagi si target atau bisa saja si target lebih tertutup dari yang kamu kira. Jangan paksakan topik personal kalau kondisi tidak mendukung.

Ceritakan tentang diri kamu

Topik yang satu ini sebenarya lebih cocok digabungkan dengan topik personal di atas. Disini saatnya kamu menceritakan sedikit tentang diri kamu, karena kalau semuanya berjalan lancar, saat ini si target sudah merasa ingin tahu siapa sih mahkluk perhatian dan lucu ini lebih jauh (bleh geer).

Tapi serius loh, mengisi kencan dengan membahas si target mulu pada akhirnya juga akan membuat si target bosan sendiri. Karena berbeda dengan kita, cewek adalah mahkluk yang lebih berempati dan lebih ingin tau mengenai orang lain ketimbang cowok. Ini penjelasan yang logis kenapa cewek lebih senang nonton acar gosip artis sambil menggosipi tetangga.

Tapi sebenarnya, ada satu hal tentang diri kamu yang jika kamu ceritakan dengan benar, bisa langsung membuat si target merasakan ikatan emosional saat itu juga! Ini adalah salah satu rahasia yang diangkat di buku formula cinta yang pernah saya bahas sebelumnya.

Menurut ilmu goib yang sudah saya pelajari dari buku formula cinta (hehe), bahwa:

Wanita adalah mahkluk emosional yang penuh rasa empati. Ketika kamu dan si target sedang berada dalam topik yang dalam, cerita yang tepat bisa membuat si target merasa hadir di dalam cerita tersebut dan terpengaruh secara emosional, membangkitkan ikatan yang kuat kepada Anda. Maka dari itu, cerita tentang masa kecil Anda sangat disarakan dalam melanjutkan sebuah topik yang dalam

Tapi, sesederhana itu juga sebenarnya. Di buku jelaskan bagian mana dari masa kecil kamu yang sebaiknya kamu ceritakan dan bagaimana cara menceritakannya. Kalau mau dijelaskan disini terlalu panjang, apalagi karena jari tangan saya cuma ada sepuluh. Jadi topik ini akan saya bahas lain kali aja. Atau bagi kamu yang udah ngebet, beli aja langsung bukunya.

Gantung!

Nah, ini juga adalah salah satu bagian paling penting. Jangan ceritakan tentang diri kamu terlalu banyak. Kenapa?

Karena ketertarikan itu awalnya datang dari rasa penasaran. Dan rasa penasaran ini harus kamu pertahankan tetap ada dalam diri si target sampai akhirnya kamu nembak (ini rasanya udah saya tulis ratusan kali). Kalau kamu membongkar tentang pribadi kamu terlalu banyak saat kencan, si target bisa terpuaskan rasa penasarannya. Kalau udah gak penasaran, udah gak mungkin tertarik. Jadi gantung semua informasi tentang kamu, cicil sedikit demi sedikit di setiap kencan, dan sisakan sedikit rasa penasaran si doi untuk bisa bilang “ya” saat kamu nembak.

* * * * * * * * * * * * *

Update Terbaru Admin!

Mau tau rahasia memikat cewek di bawah 7 MENIT?
Mau tau cara membuat cewek melakukan APA SAJA yang kamu mau dibawah 7 HARI? Temukan rahasianya disini.
Artikel ini hanya akan dipasang selama 3 hari. Buruan ambil infonya!
* * * * * * * * * * * * *

Penulis: Anonima EM

Saya adalah seorang website developer dan penulis konten. Saya membuat situs dan menulis artikel informasi bukan karena dasar uang, tapi lebih kepada dasar keikhlasan berbagi dan memberi pengetahuan kepada sesama umat..... Ah, sudahlah. Ya, saya memang melakukan ini semata-mata untuk uang! Cheers!

2 jawaban

  1. Alif

    asli keren banget wwkkw , yoi nanti gue jalan sama doi and gue udah ngerti apa aja tentang doi dari temennya . wish me luck brader

  2. Misaka mikoto

    Asik artikelnya. Lanjuttt.

Masukkan Jawaban

Alamat email kamu tidak akan kami tampilkan. Kolom yang harus diisi ditandai dengan *

*