bertengkar dengan sehatKebanyakan pasangan sangat takut dengan yang namanya pertengkaran di dalam hubungannya. Katanya, ini karena selalu ada pihak yang sakit hati, merasa disalahkan ataupun terpojok dalam setiap pertengkaran. Bahkan ada juga pertengkaran yang harus berakhir bentak-bentakan, tonjok-tonjokan bahkan mungkin tawuran. Padahal sebenarnya, pertengkaran adalah ritual yang pasti dan harus ada dalam setiap hubungan percintaan. Persoalannya, apakah pertengkaran kalian sehat atau tidak.

Setiap hubungan percintaan adalah bentuk komitmen yang mengikat 2 manusia yang berbeda dari segala aspek, mulai dari kelamin, prinsip sampai latar belakang. Semua perbedaan ini pada akhirnya pasti akan menimbulkan ketidakcocokan yang menyebabkan pertengkaran. Pertengkaran sebenarnya adalah ritual untuk menyelesaikan masalah, bukan justru memperkeruh masalah.

Pertengkaran yang sehat seharusnya dilandasi pola pikir “kita berbeda, ayo cari jalan keluarnya“, tapi pertengkaran pada umumnya dilandasi pola pikir “kamu kok bego sih?!“.

Nah, untuk bisa bertengkar dengan cara yang sehat demi kelangsungan hubungan, ada 10 tips yang sebaiknya kamu perhatikan dulu. 10 tips ini pada akhirnya akan merubah sudut pandang kamu tentang pertengkaran di dalam hubungan.

Catatan: Saya sarankan artikel ini dibaca masing-masing oleh kedua belah pihak. Kalau cuma dibaca dan diaplikasikan oleh salah satu pihak saja, pertengkaran akan makin timpang ke depannya.

Tanpa basa dan basi lagi, kita lompat ke poin pertama.

1. Kenali Kecenderungan

Kita tidak akan bisa memperbaiki sesuatu tanpa tau dulu apa masalahnya. Dalam hal ini, kita harus cari tau dulu apa yang salah dari cara kita menyikapi masalah (heh?).

Oke tadi itu mungkin rada membingungkan. Tapi initnya, kamu harus mengenali kecenderungan kamu dalam setiap pertengkaran dengan si doi. Apakah kamu cenderung suka membentak? Apakah kamu cenderung suka melemparkan masalah? Atau apakah kamu cenderung meladeni masalah dengan diam bin ngambek?

Kalau pertengkaran kamu rasanya tidak sehat, pasti ada sesuatu yang salah yang bisa kamu perbaiki. Jangan lagi terburu-buru menyalahkan si doi. Kenali dulu kecenderungan kamu sendiri dalam pertengkaran sebelum kita masuk ke poin kedua.

2. Kenali Penyebab

Sekarang waktunya untuk melihat penyebab umum terjadinya pertengkaran kalian. Pada setiap pasangan, setidaknya ada 2-3 hal yang sama yang selalu menjadi awal pertengkaran. Pertengkaran karena hal yang itu-itu aja pada akhirnya bakal bikin keduanya jenuh yang berujung pada pertengkaran yang makin tidak sehat.

Apakah pertengkaran kamu lebih sering karena masalah kecemburuan? Atau apakah karena salah satu dari kalian suka lupa kewajiban sebagai pacar? Atau karena salah satu dari kalian lebih sering ngumpul dengan teman-teman ketimbang pacar sendiri?

Mengenali penyebab paling umum terjadinya pertengkaran dalam hubungan kalian sangat penting sebagai langkah awal memperbaiki hubungan dan setidaknya, mengurangi pertengkaran yang tidak perlu.

3. Hindari Kritik Karakter

Setidaknya ada 4 hal yang sebaiknya kamu hindari agar pertengkaran dengan si doi masih bisa dilabeli ‘pertengkaran yang sehat’. Kita akan mulai poinnya dari nomer 3 ini.

Kritik terhadap karakter adalah salah satu hal yang seharusnya kamu hindari dalam pertengkaran. Kritik terhadap karakter maksudnya kritik yang ditujukan terhadap karakter si doi, bukan terhadap masalah yang terjadi. Kalau dengkul kamu ngilu karena penjelasan tadi, saya coba kasih contoh aja lah biar gampang.

Kritik yang benar dalam pertengkaran misalnya “Aku kecewa banget kamu lupa ulangtahun aku
Kritik terhadap karakter yang seharusnya kamu hindari misalnya “Kamu orangnya gak perhatian banget. Kamu selalu lupa semua hal-hal penting

Jadi, tetaplah fokus pada masalah saat bertengkar. Jangan fokus pada kekurangan si doi secara umum, karena ini otomatis akan membuat si doi defensive.

4. Hindari Kata Kasar

Bertengkar adalah proses mencari solusi terhadap sebuah masalah atau ketidakcocokan. Itu adalah definisi bertengkar yang sehat. Tapi definisi bertengkar bagi kebanyakan pasangan adalah proses menyampaikan uneg-uneg ke pacar saat lagi marah. Ini yang bikin pertengkaran kalian selalu kayak perang badar.

Kalau tujuan utama kamu adalah untuk ‘menyerang’ si doi saat bertengkar, kata-kata kasar akan sangat sulit untuk ditahan. Padahal dalam proses mencari solusi, kata-kata kasar sangat tidak diperlukan.

Saat kamu melemparkan kata-kata kasar, topik pertengkaran jadinya bisa berubah ke masalah kata-kata kamu yang kasar tadi. Jangan salahkan si doi kalau dia akhirnya juga membalas dengan kata-kata kasar. Dan jangan heran kalau pertengkaran kamu jadinya seperti pertengkaran lahan parkir di pasar tradisional yang penuh dengan kata-kata jorok yang mungkin bisa berakhir dengan luka bacok.

5. Jangan Defensive

Terlepas dari siapa yang salah, pertengkaran punya satu tujuan utama yang seharusnya disadari oleh kedua belah pihak: memperbaiki hubungan.

Pertengkaran bukan ajang untuk menyalahkan, tapi sebuah proses untuk mencocokkan perbedaan. Jadinya, defensive bukan hal yang bijak untuk kamu lakukan dalam kondisi apapun. Jangan buat-buat alasan untuk membenarkan apa yang sudah kamu lakukan. Tapi luangkan sedikit waktu kamu untuk mendengarkan keluh kesah si doi terhadap masalah tersebut.

Saya akan kasih contoh beberapa bentuk pembelaan defensive dalam pertengkaran biar otak kamu gak harus overheating.

Saat kamu lupa jemput si doi: “Aku gak jemput kamu bukan karena lupa, tapi karena kamu gak ingetin aku” (ya lupa dong)

Saat kamu kedapatan ‘sayang-sayangan’ di chat dengan cewek lain: “Dia cuma temen kok. Manggil sayang itu biasa. Semua temen cewek aku juga aku panggil sayang” (nah malah lebih salah).

Saat kedapatan selingkuh: “Aku ketahuan selingkuh cuma karena kamu cek-cek HP aku. Coba kamu gak cek, kan ini semua gak mesti terjadi” (kamu gila ya?!)

6. Jangan Ngambek

Saya sudah membahas perihal ngambek ini berkali-kali di artikel sebelumnya. Sudah saya katakan bahwa ngambek adalah bentuk komunikasi paling primitif yang bisa kamu lakukan dalam pertengkaran. Ngambek adalah sikap tidak dewasa yang WAJIB kamu hapuskan dari kebiasaan kamu dalam bertengkar.

Jangan pernah berpikir bahwa ada masalah yang dapat terselsaikan tanpa komunikasi. Mungkin dengan ngambek, kamu dengan egoisnya bisa memaksa si doi untuk datang dan minta maaf. Tapi apakah kesalahan yang sama tidak akan terulang?

Saya jamin kesalahan yang sama tetap akan terulang karena tidak pernah ada komunikasi mengenai masalah tersebut. Pada akhirnya, salah satu pihak akan terserang jenuh. Entah kamunya eneg ngambek terus atau si doi yang eneg diambekin terus. Pada akhirnya, ritual ambek-ambekkan ini bakal berujung pada pertengkaran tidak sehat dimana keduanya bisa meledak (secara metafora ataupun harfiah).

Baca juga:

7. Jangan Ungkit yang Lalu

Tidak usah ungkit-ungkit masalah yang sama yang dulu sudah pernah terjadi, kecuali kamu pacaran dengan jin ifrit. Ini karena manusia memang tempatnya lupa. Melakukan kesalahan yang sama berkali-kali bukan sesuatu yang perlu ditanggapi dengan heboh (tentunya, tergantung besar kecilnya kesalahan tersebut).

Kalau kamu mempertengkarkan masalah yang sama, cukup fokus pada masalah tersebut SAAT INI. Tidak usah ungkit-ungkit lagi kalaupun masalah ini pernah terjadi sebelumnya. Bahas dan selesaikan masalahnya secara spesifik aja.

Tapi gimana kalau pacar aku udah selingkuh 16 kali? Masa gak diungkit-ungkit?

Ini sebenarnya pertanyaan yang rada geblek. Silahkan baca jawabannya di bagian kesimpulan diakhir artikel nanti.

8. Bayangkan si Doi Orang Lain

Ada kecenderungan yang umum dimana orang-orang memang lebih kasar dan keras ke pasangannya dibanding ke orang lain. Ini karena ada perasaan emosional yang tinggi pada pasangan yang biasanya bisa bikin pikiran logis kamu minggat saat bertengkar.

Jadi coba bayangkan si doi adalah orang lain. Mungkin sahabat kamu atau keluarga kamu. Ini adalah solusi yang sedikit aneh tapi sudah saya buktikan efektif. Karena kenyataannya, kita tidak akan menggunakan kata-kata yang kasar saat bertengkar dengan sahabat sendiri. Kita juga lebih dewasa dan pengertian saat bertengkar dengan anggota keluarga lain.

Coba aplikasikan ini disaat kamu bertengkar lagi dengan si doi kali berikutnya. Berhasil tidaknya metode ini sangat bergantung dari seberapa kuat imajinasi kamu.

9. Tatap Cermin

Tidak bisa dipungkiri, pertengkaran adalah ritual membela diri dan menyalahkan orang lain. Sedewasa apapun kamu dalam menanggapi pertengkaran dan mengakui kesalahan, tidak ada manusia yang suka disalahkan dan itu adalah faktanya.

Jadi ada baiknya untuk mulai mengintrospeksi diri. Lihat kembali kecenderungan-kecenderungan kamu dalam pertengkaran (poin nomer 1) dan temukan hal-hal yang bisa kamu perbaiki. Kamu tidak bisa berharap memperbaiki masalah pada orang lain sebelum yakin sudah memperbaiki semua masalah pada diri kamu sendiri.

Ketika kedua belah pihak dalam hubungan sibuk memperbaiki diri sendiri, pertengkaran bukan lagi menjadi ajang salah menyalahkan, tapi akan menjadi ajang mengakui kesalahan masing-masing. Maka definisi yang sebenarnya, dimana pertengkaran adalah ritual memperbaiki hubungan akan terwujud, demi kemajuan bangsa dan tanah air! (heh?)

10. Perbaiki Hubungan

Kalau kamu memang serius, fokus yang sama harus kalian miliki sebagai pasangan saat bertengkar. Fokus yang benar adalah mencocokkan perbedaan demi mempertahankan hubungan. Buang semua fokus yang salah, misalnya fokus membuat si doi merasa bersalah, fokus membela diri agar tidak disalahkan atau fokus menyalahkan si doi sebelum disalahkan (ini makin ribet lagi).

Intinya, kedua belah pihak harus selalu ingat bahwa pertengkaran ini demi kelangsungan hubungan kedepannya. Kalau keduanya fokus pada perbaikan hubungan, akan ada momen diskusi yang dewasa dalam pertengkaran setelah semua marah sudah reda. Diskusi ini tidak akan pernah terjadi kalau keduanya tidak fokus pada hal yang sama.

Kesimpulan

Ingat laggi bahwa pertengkaran bukan ajang tawuran, tapi ritual memperbaiki hubungan. Pertengkaran memang tidak sebaiknya dilakukan hanya sekedar untuk menyakiti atau menyalahkan pihak lain. Karena memang ada beberapa jenis masalah yang bahkan sudah tidak lagi pantas dipertengkarkan. Misalnya perselingkuhan, apalagi kalau sudah terjadi berkali-kali.

Saat masalah-masalah seperti ini terjadi, untuk apa pertengkaran dilakukan? Toh, tidak lagi ada yang perlu diperbaiki kan? Jadi ketika ada masalah, ingat bahwa kamu cuma punya 2 pilihan: putus atau bertengkar. Kalau mau putus, tidak lagi ada yang perlu dipertengkarkan. Kalau tidak mau putus, silahkan bertengkar tapi bertengkarlah dengan cara yang sehat karena pertengkaran sebenarnya untuk menyelamatkan hubungan, bukannya justru untuk memutuskan.

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat untuk pasangan-pasangan yang selalu melibatkan jambak-jambakan, tonjok-tonjokan ataupun tendangan putar saat bertengkar.

Admin cakep, out!

* * * * *
Buku Formula Cinta

SHARE
Saya adalah seorang website developer dan penulis konten. Saya membuat situs dan menulis artikel informasi bukan karena dasar uang, tapi lebih kepada dasar keikhlasan berbagi dan memberi pengetahuan kepada sesama umat..... Ah, sudahlah. Ya, saya memang melakukan ini semata-mata untuk uang! Cheers!

LEAVE A REPLY