memutuskan-pacar-tanpa-bikin-sedihCara memutuskan pacar memang adalah perkara sederhana yang tidak perlu diajarkan bahkan dibahas. Semua orang yang minimal punya mulut, tenggorokan yang berfungsi dan intelejensi yang setidaknya setingkat di atas Simpanse Bau Bau, pasti mampu bilang kata putus. Tapi cara memutuskan pacar tanpa bikin si doi sedih, ini baru topik yang nyaris mustahil.

Berhadapan dengan perpisahan, tentu ada kesedihan. Ini terutama terjadi pada pihak yang merasa ditinggalkan. Sebagai pacar yang diputuskan, apapun alasan putusnya, tentu saja berada pada pihak yang merasa ditinggalkan. Tapi sebenarnya, dengan sedikit pengorbanan kamu bisa memutuskan si doi tanpa meninggalkan luka hati yang infeksi. Nah, pada artikel ini akan saya bongkar 10 tahap yang bisa kamu lakukan untuk memutuskan pacar tanpa bikin si doi sedih.

Ambil kertas, pulpen, penggaris, jangkar atau apapun yang kamu butuhkan buat mencatat. Atau kalau kamu bukan salah satu mahkluk primitif kelahiran tahun 85 ke bawah, bookmark atau screenshoot sebenarnya lebih gampang (hehe). Tanpa basa dan basi lagi, kita langsung lompat ke poin pertama.

1. Ekstra Sabar

Kalau kamu serius mau memutuskan si doi tanpa membuat dia sedih, sebagai konsekuensinya kamu bakal makan ati. Karena yang namanya putus cinta, sakitnya pasti bakal terasa. Setidaknya untuk salah satu pihak. Jadi tanyakan dulu pada diri kamu, apa kamu yakin pengen sakit hati demi melindungi perasaan si doi?

Kalau kamu bilang ‘tidak’, silahkan klik tanda silang di sudut kanan atas, lalu telepon si doi dan teriakkan “Kita putus nyet!” karena tidak lagi ada yang bisa saya bantu.

Tapi kalau kamu bilang ‘ya’, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah bersabar. Bagi kebanyakan cowok, kata bersabar saja sudah cukup menyakitkan, apalagi aplikasinya. Tapi ada beberapa hal yang harus kamu pastikan dulu sebelum memutuskan si doi. Untuk ini, sebesar apapun keinginan kamu untuk putus, kamu harus bisa menekan keinginan tersebut dalam-dalam untuk sementara. Ini berarti kamu masih akan lanjut dalam hubungan yang bikin makan ati, tapi itulah konsekuensi dari jawaban ‘ya’ yang kamu berikan tadi.

2. Kumpulkan Alasan

Kedua, telan mentah-mentah semua kekesalan kamu terhadap si doi. Apapun bentuk perlakukan buruk atau kebiasaan buruk pacarxx yang bikin kamu mau putus, telan dulu mentah-mentah. Jangan buru-buru mengungkapkan kekesalan kamu dengan membabi buta, karena semua informasi ini harus kamu simpan dan tumpuk dulu untuk nantinya di muntahkan bersamaan.

Pacar kamu tidak akan pernah mengetahui seberapa signifikan efek dari perlakukan atau kebiasaan buruknya terhadap kamu kalau kamu mengeluh tiap kali itu terjadi. Yang ada, kamu kesannya jadi pacar yang doyan ngomel aja. Jadi kumpulkan dulu semua alasan putus kamu ini, catat baik-baik dan tunggu kesempatan yang paling baik untuk mengungkapkannya. Momen tersebut akan kita bahas di poin-poin berikutnya.

3. Kumpulkan Ketidakcocokan

Mungkin pacar kamu tidak punya kebiasaan buruk menjijikkan yang bisa bikin kamu ilfilxx. Mungkin pacar kamu juga tidak pernah memperlakukan kamu dengan buruk sampai bikin kamu eneg. Bahkan pacar kamu mungkin aja pacar paling pengertian dan perhatian yang pernah kamu punya, tapi hari demi hari kamu makin eneg dan makin ilfil aja sama doi.

Tenang. Ini tidak berarti kamu dipelet sama orang lain. Gak usah kepedean dulu lah. Ini bisa berarti bahwa kamu dan si doi sebenarnya bukan pasangan yang cocok. Ada banyak ketidakcocokan antara kamu dan si doi, yang secara logis kamu akui dan akhirnya bikin rasa cinta kamu nyemplung ke sumur tetangga.

Kalau memang seperti ini keadaannya, bersabarlah wahai kisanak. Kumpulkan semua ketidakcocokan itu dalam memori kamu. Baik itu ketidakcocokan dalam prinsip, cara berpikir, budaya, adat, standar norma atau apapun itu. Akan datang harinya ketika semua ketidakcocokan itu kamu muntahkan sekaligus ke muka si doi.

4. Kurangi Perhatian

Salah satu hal yang akan memudahkan si doi menerima keputusan pisah kamu nantinya adalah kurangnya rasa cinta. Jadi mulai dari tahap ini kamu akan mulai fokus membuat si doi mulai kehilangan rasa cintanya pada kamu sedikit demi sedikit. Caranya gimana?

Perhatian adalah salah satu dari beberapa faktor paling penting dalam sebuah hubungan percintaan. Kurang perhatian bisa xxbikin pacar ilfil bahkan tanpa kamu sengaja. APALAGI, kalau disengaja.

Tapi penting untuk kamu ingat bahwa mengurangi perhatian kepada si doi sebaiknya kamu lakukan berangsur-angsur. Jangan buat keadaan dimana kamu kelihatan dengan sengaja menjauh dari si doi. Buat keadaan dimana sepertinya kamu tidak bisa memperhatikan si doi seperti dulu karena paksaan keadaan. Buat kamu-kamu yang IQnya rada tiarap, biar saya beri contoh.

Dulu kamu nelpon si doi tiap 3 jam. Ini karena hari-hari kamu cuma diisi dengan baringan, main game, atau baringan sambil main game. Jangan tiba-tiba mengurangi frekuensi nelpon kamu jadi 7 jam sekali, padahal kegiatan kamu sama minimnya seperti dulu. Coba sibukkan diri kamu dengan kegiatan baru. Kegiatan baru ini bisa jadi alasan kenapa kamu tidak memperhatikan si doi seperti dulu. Karena kurangnya perhatian kamu disebabkan oleh paksaan keadaan, tidak ada alasan buat si doi untuk berpikir kamu sengaja melakukan ini.

5. Biarkan si Doi Terus Selingkuh (Kalau Emang Selingkuh)

Percaya atau tidak, ada juga orang-orang yang kekeh untuk tetap melanjutkan hubungan bahkan setelah tau pacarnya suka selingkuhxx. Bukan cuma itu, ada juga yang bahkan tetap mau melanjutkan hubungan setelah tau pacarnya SEDANG selingkuh. Saya tidak tau seburuk apa wawasan mereka sampai-sampai tidak tau ada jutaan mahkluk lain di luar sana yang berkelamin sama dengan pacarnya dan mungkin bukan tukang selingkuh. Tapi percaya atau tidak, orang-orang ini memang ada dan MUNGKIN kamu salah satunya (hayoooo).

Tidak ada kata terlambat untuk kembali ke jalan yang benar bung. Kalau kamu akhirnya menyadari bahwa keputusan kamu untuk bertahan itu salah, belum terlambat untuk memperbaikinya. Cara terbaik dan paling mudah untuk membuat si doi lebih gampang melepaskan kamu adalah dengan membiarkan si doi tetap berselingkuh.

Bukan cuma itu. Pastikan si doi menghabiskan lebih banyak waktu sama selingkuhannya ketimbang kamu. Pastikan si doi menumbuhkan rasanya sayangnya ke si selingkuhan dengan cepat, karena dengan begitu si doi bisa kehilangan perasaannya kepada kamu juga dengan cepat. Kalau kamu melakukannya dengan benar, kamu mungkin tidak akan perlu repot memutuskan karena diputuskan duluan sama si doi hehe…

Tapi kalau kasus kamu tidak berhubungan dengan perselingkuhan sama sekali, silahkan acuhkan saja poin ini dan langsung lompat ke poin berikutnya.

6. Kurangi Komunikasi

Kalau di poin sebelumnya kamu sudah mengurangi kadar perhatian kamu, sekarang sudah saatnya mengurangi komunikasi. Ini bukan cuma sekedar bikin si doi kehilangan perhatian dari kamu, tapi juga bakal bikin si doi lebih cepat melupakan kamu.

Komunikasi yang saya maksud adalah bentuk komunikasi apapun itu, mulai dari chat, sms, ketemuan, telepati, apapun itu. Semakin sedikit komunikasi yang kalian jalin setiap harinya, semakin mudah si doi melupakan kamu dan akan semakin mudah buat si doi untuk menerima putus tanpa perasaan sedih.

7. Cari Masalah

Kalaupun kamu sudah mengurangi kadar perhatian kamu dan sudah mengurangi komunikasi sampai nyaris membuat si doi lupa kalau udah punya pacar, ini tidak berarti kamu boleh putus tanpa masalah. Putus tanpa ada masalah bisa bikin si doi kebingungan dan akhirnya menyimpulkan hal-hal salah yang bisa bikin si doi sakit hati. Kamu bisa aja dituduh selingkuh sama si doi!

Jadi cari masalah yang cukup masuk akal untuk memulai. Masalah ini tentunya tidak akan jadi masalah yang membuat kalian putus, tapi cukup untuk jadi masalah yang akan memicu masalah yang lebih besar. Jadi tidak usah terlalu ribet membuat skenario drama ini dan drama itu. Temukan masalah kecil yang cukup masuk akal saja.

8. Perbesar Masalah

Sekarang kamu sudah punya satu masalah kecil yang siap untuk dibesar-besarkan. Tapi gimana caranya?

Di poin pertama dan kedua kamu sudah mengumpulkan semua hal yang bikin kamu ilfil dan eneg sampai mau putus sama si doi. Apapun alasan-alasan itu, inilah waktunya untuk dimuntahkan.

Jadikan masalah kecil tersebut sebagai batu loncatan untuk mengungkit semua masalah yang lalu yang bikin kamu gemes sama si doi. Tidak usah perduli kalau masalah-masalah yang lalu itu tidak ada hubungan dengan masalah yang baru. Justru, semakin tidak relevan masalah yang kamu ungkit, akan semakin memudahkan kamu di tahap berikutnya.

Terutama buat cewek, mengungkit masa lalu adalah hal yang super sensitif. Ini bisa membantu kamu pada tahap berikutnya yang bakal kita bahas sebentar lagi.

9. Pastikan si Doi Marah Besar

Sayang sekali, segala bentuk perpisahan pastinya tetap akan meninggalkan rasa sedih. Ini adalah fakta yang terjadi bahkan pada hubungan-hubungan yang paling rusak sekalipun. Tapi rasa sedih bisa digantikan dengan perasaan lain yang menurut saya lebih baik: marah.

Di artikel soal xxcara move on dari mantan sudah saya sebutkan soal cara mentransformasi kesedihan kamu saat ditinggal mantan menjadi kemarahan. Ini penting, karena kesedihan bisa membuat orang gak bisa tidur. Sementara kemarahan malah bikin orang makin pulas tidur karena kecapean ngotot. Sedih bisa bikin kamu kamu sama mantan, sementara marah akan bikin kamu jijik sama mantan. Secara mendasar, marah sama mantan lebih baik daripada sedih karena mantan. Ini akan sangat membantu dalam proses move on.

Dalam kasus ini, kita akan melakukan hal yang sama tapi tidak pada diri kita, tapi pada si doi. Menerima kenyataan putus akan lebih mudah buat si doi ketika dia dalam keadaan marah. Jadi buatlah situasi menjengkelkan dimana kamu bisa membuat si doi marah besar. Seberapa marahnya si doi akan memudahkan kamu pada tahap berikutnya.

10. Lemparkan Kata Putus!

Tergantung situasi, tahap ini sebenarnya bisa kamu lakukan bisa juga gak. Karena pada kebanyakan kasus (khususnya cowok), mereka melakukan tahap kesembilan dengan begitu perfect sampai-sampai udah diputusin sama si pacar sebelum sempat bilang putus. Kalau keadaanya seperti ini, kamu jadinya gak perlu repot-repot lagi. Kasus ditutup.

Tapi kalau si doi lebih fokus pada kemarahannya ketimbang memikirkan soal putus, waktunya kamu yang memutuskan. Saya tidak bisa mendikte apa yang sebaiknya kamu katakan untuk putus, karena apa yang sebaiknya kamu katakan sangat bergantung pada situasi dan kondisi.

Yang penting, dalam kondisi dimana kamu sedang terjerat pertengkaran yang hebat sama si doi, tidak ada lagi alasan untuk menyatakan putus dengan cara yang lembut. Tidak lagi ada alasan buat romantisme untuk keterakhir kalinya. Ini justru cuma bakal menenangkan si doi, membuat si doi malah kesulitan menerima keputusan kamu. Jadi katakan putus, hentikan bicara lalu tinggalkan tkp (cool).

Kalau kamu melakukan semua langkah di atas dengan benar, si doi seharusnya tidak akan merasa berat melepaskan kamu.

SHARE
Saya adalah seorang website developer dan penulis konten. Saya membuat situs dan menulis artikel informasi bukan karena dasar uang, tapi lebih kepada dasar keikhlasan berbagi dan memberi pengetahuan kepada sesama umat..... Ah, sudahlah. Ya, saya memang melakukan ini semata-mata untuk uang! Cheers!

1 COMMENT

  1. Gimana kalau mengungkit masa lalu malah membuat cewe makin sedih dan bukannya marah? Apalagi walau pun dikurangi komunikasi, dll sbg nya si cewe tetap syg sama pacarnya.

LEAVE A REPLY