menghilangkan grogi saat nembakGrogi saat nembak itu seperti garam dalam sayur. Kalau kebanyakan gak enak, tapi kalau gak ada juga gak lengkap. Grogi sebenarnya yang bikin momen penembakan itu seru dan jadi momen yang susah dilupakan setelah dilalui. Memuntahkan kata “aku suka kamu” memang susah kalau lagi grogi. Tapi gugup bin nervous alias grogi ini sebenarnya dapat dihilangkan kalau kamu tau caranya dan rajin latihannya.

Pada dasarnya ada 7 tips untuk menghilangkan grogi saat nembak gebetan kamu. Kalau gak berhasil dihilangkan, setidaknya bisa dikurangi. Grogi sebenarnya datang dari kombinasi rasa suka kamu ke si doi dan rasa takut bakal ditolak. Jadi semakin besar perasaan kamu ke si doi, normalnya akan semakin grogi kamu pada saat nembak nanti. Jadi grogi memang sangat sulit dihilangkan, tapi bisa diatasi, dikurangi dan ditutupi.

Daripada grogi bikin kamu kelihatan seperti kena serangan epilepsi saat lagi nembak, berikut ini saya berikan 7 tipsnya. Tanpa basa dan basi lagi, kita langsung lompat ke poin pertama.

1. Kenali Ceweknya

Satu hal yang wajib kamu lakukan adalah mengenali cewek yang akan kamu tembak. Masalahnya ada juga cowok yang berniat nembak hawa yang baru pertama kali dia lihat 15 menit lalu. Dia jelas gak tau apa-apa soal cewek itu kecuali warna kulit, panjang rambut dan estimasi ukuran dadanya.

Untuk nembak, setidaknya ada perkenalan 2 arah: kamu kenal si cewek dan si cewek kenal kamu. Ya, si cewek juga harus kenal kamu biar momen penembakan tidak seperti rencana pemerkosaan. Tapi yang paling penting, kamu harus kenal dulu ceweknya lebih dalam. Sejauh apa kamu harus mengenal target kamu dan kenapa?

Saat nembak, kamu harus tau cewek ini orangnya romantis apa tidak. Kamu juga sebaiknya tau orangnya suka becanda atau lebih serius. Karena bagaimana kamu mempresentasikan penembakan kamu bakal sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan kamu nantinya. Hukum perburuan mengatakan, mengenali calon mangsa kamu dengan baik adalah cara mengatasi grogi sebelum nembak. Karena kamu bakal tau kemana calon mangsa kamu bakal lari kalau tembakan pertama kamu meleset…

Untuk mengenal pribadi doi, kamu harus pintar-pintar mengorek informasi saat ngobrol. Semua informasi ini tidak akan kamu ketahui tanpa mengenal si cewek. Jadi, sebelum nembak si target, kamu setidaknya sudah harus pernah kencan dengna si doi.

Biar semua informasi penting tentang si doi bisa kamu dapatkan, obrolan kamu pada setiap kencan harus berbobot. Pada artikel sebelumnya sudah saya tuliskan tips mencari bahan pembicaraan saat pdkt yang bisa kamu jadikan dasar untuk mengorek informasi dan mempelajari kepribadian si doi.

2. Kenali Kemampuan

Masing-masing orang punya kemampuan sosial yang berbeda-beda. Kalau pada dasarnya kamu bukan orang yang suka guyon, gak usah memaksakan diri jadi badut ancol di depan target kamu walaupun si doi orangnya suka bercanda. Pada dasarnya, kamu tidak sebaiknya berusaha menjadi apa yang doi suka, tapi cukup jadi versi terbaik diri kamu sendiri.

Kalau misalnya kamu orang yang serius, tunjukkan kelebihan kamu dibalik keseriusan itu. Misalnya bahwa kamu ini orangnya berwawasan luas, cerdas dan logis. Atau mungkin kamu teman bicara yang enak diajak curhat karena banyak mendengarkan dan tidak banyak ngomong tentang diri sendiri. Pokoknya kenali kemampuan kamu sendiri dan jadikan sebagai kelebihan.

Apa hubungannya dengan momen penembakan?

Salah satu yang bikin grogi saat nembak adalah ketika kamu berusaha menjadi orang lain saat nembak. Mungkin kamu berusaha melucu dulu untuk mencairkan suasana, tapi karena gak terbiasa jadinya garing dan justru malah bikin makin grogi. Jadi tampil sebagai diri sendiri adalah satu cara agar tidak grogi saat nembak.

3. Pede

Sebenarnya faktor utama yang bikin kamu keringat dingin dan mules saat mau nembak adalah tidak pede. Mungkin secara verbal kamu bisa bilang “aku pede kok”, tapi jaaaaaauuuh di dalam lubuk sanubarimu kamu tidak yakin akan direspon dengan baik atau bahkan diterima oleh si doi. Ketidakyakinan ini yang bertransformasi dalam bentuk grogi yang dibarengi keringat dingin dan rasa mules.

Itulah kenapa mengenal si target (poin pertama) dan mengenal kemampuan kamu (poin kedua) adalah cara mengatasi grogi saat nembak. Karena kedua poin tersebut membantu kamu untuk menimbulkan kepercayaan diri yang langka keberadaannya dalam semua proses penembakan.

Untuk jadi percaya diri memang tidak gampang, itulah kenapa kepercayaan diri dibahas dalam satu bab khusus di buku Formula Cinta. Tapi untuk kepentingan penembakan kamu, poin pertama dan kedua akan sangat membantu untuk membangun kepercayaan diri.

4. Tau Kapan Harus Nembak

Tidak semua momen adalah momen yang tepat buat nembak. Karena keberhasilan kamu juga sangat bergantung pada mood si target saat kamu tembak, dan mood si target sangat bergantung pada momen tertentu.

Jadi pastikan tanggal penembakan kamu ditentukan tepat pada momen yang kira-kira mendukung mood baik si target. Misalnya, pasca ujian si target, saat liburan panjang atau mungkin pasca kelulusan kuliah si target (tua amat target lu bro). Pokoknya pastikan hari penembakan kamu akan terbantu dengan momen yang membuat hati si doi lagi adem.

Karena menentukan tanggal penembakan yang membabi buta, kamu bisa aja pasang tanggal yang ternyata: pasca meninggalnya ortu si target, saat neneknya sedang di rumah sakit, pasca pengumuman kalau si target tidak diterima kerja atau mungkin pasca diterbitkannya surat DO kampus buat si target. Jika kamu nembak pada momen-momen seperti ini, grogi atau gaknya, percaya deh kamu 100% bakal ditolak kalau syukur-syukur gak kena tendangan putar.

5. Latihan Kata-Kata

Oke, mungkin menghilangkan grogi saat nembak itu kurang lebih mustahil. Apalagi kalau ini adalah penembakan pertama kamu setelah 20 tahun menjomblo. Tapi kabar baiknya, grogi itu bisa disembunyikan dengan beberapa metode.

Salah satunya adalah dengan melatih kata-kata penembakan kamu. Ya, kata demi kata.

Karena salah satu serangan grogi yang paling sering terjadi bukan cuma keringat dingin, perut mules, mata berkunang-kunang atau mimisan kronis, tapi juga bicara terbata-bata kayak orang bego. Dan orang bego bukanlah kesan yang baik untuk ditampilkan saat kamu berharap lawan bicara kamu merelakan hidupnya untuk jadi pacar kamu.

Jadi tulis semua kata-kata penembakan kamu jauh-jauh hari. Pastikan kata-kata kamu tidak kaku dan juga “lu banget”. Jangan meng-kopi kata-kata dari film India atau sinetron Indonesia ber-budget rendah yang biasa kamu nonton. Ciptakan kata-kata kamu sendiri biar natural. Kemudian hapal dan lafalkan kata-kata tersebut di depan cermin sampai mulut kamu terbiasa.

Kalau setiap kata sudah kamu hapalkan luar dalam, ngomong terbata-bata bisa dihindari walaupun grogi akut menyerang jiwa dan raga. Kamu mungkin gak akan bisa menghindari keringat dingin, perut mules dan kentut yang tak terkontrol karena grogi, tapi seengaknya kata-kata puitis kamu bisa termuntahkan tanpa halangan.

6. Latihan Mimik dan Bahasa Tubuh

Bukan cuma keringat dan kentut dadakan, grogi juga bisa kelihatan dari gerak-gerik bahasa tubuh kamu. Saat kamu grogi, segala bentuk gerakan tidak perlu biasanya timbul tanpa kamu sadari. Bisa dalam bentuk gerakan tangan, bisa dalam bentuk menjilat-jilat bibir, bisa dalam bentuk kejang-kejang karena epilepsi ringan, pokoknya macam-macam deh. Intinya, semua gerakan yang tidak perlu ini akan mengindikasikan kamu grogi di depan si target.

Salah satu cara menutupi grogi kamu adalah dengan melatih semua bahasa tubuh (gerakan) yang kamu lakukan saat momen penembakan. Jadi saat latihan menghafalkan kata-kata penembakan kamu, sekalian latih juga mimik dan gerakan yang akan kamu lakukan. Anggap aja seperti akting. Latih ini di depan cermin sampai mantap.

Kalau semua gerakan dan mimik sudah kamu latih, gerakan dan mimik ini akan menutupi tanda-tanda kecil pada tubuh kamu yang bisa bikin kamu kelihatan grogi. Jadinya penembakan proses penembakan kamu bisa semulus betisnya Luna Maya. Well, keringat dingin dan mules mungkin akan tetap terlihat. Tapi keringat dan pucat aja tidak akan cukup untuk bikin kamu kelihatan grogi apalagi kalau kata-kata kamu lancar dan mimik muka kamu mantap.

7. Jangan Paksakan Momen

Ingat pentingnya mood si target saat kamu akan menembak. Ini penting, karena raut muka masamnya si doi saat lagi bad mood sudah cukup untuk bikin kamu grogi stadium 4. Jadi pastikan mood si doi lagi bagus.

Kalaupun kamu sudah siap dengan tanggal dan tempat nembak, jangan pikir penembakan kamu tetap harus dilakukan apapun kondisinya. Penembakan juga masih bisa ditunda bahkan saat kamu sudah bertatap muka di depan si doi pada tanggal yang ditentukan. Kalau kondisi mood si doi tidak memungkinkan, jangan paksakan momen penembakan.

Kesimpulan:

Grogi sebenarnya hal yang wajar terjadi saat nembak. Tidak ada cara untuk bisa menghilangkan grogi saat nembak, karena itu adalah refleksi dari kombinasi rasa suka kamu ke si doi dan ketakutan kamu untuk ditolak. Yang ada cuma cara mengurangi dan menutupi grogi tersebut, itupun kalau kamu bisa melakukan tips di atas dengan benar.

Tapi pada intinya, kamu salah kalau bilang “cara agar tidak grogi saat nembak adalah dengan tidak nembak sama sekali” (heh?)

Grogi tidak sebaiknya kamu jadikan alasan pembenaran untuk tidak menembak cewek yang kamu taksir. Berani nembak cewek aja sudah jadi tanda kelaki-lakian kamu terlepas dari gorgi atau tidaknya, diterima atau tidaknya.

Semoga bermanfaat bagi para pejuang cinta yang lagi berdebar-debar karena mau nembak
(hehe).

Admin cakep, out!

* * * * *
Buku Formula Cinta

SHARE
Saya adalah seorang website developer dan penulis konten. Saya membuat situs dan menulis artikel informasi bukan karena dasar uang, tapi lebih kepada dasar keikhlasan berbagi dan memberi pengetahuan kepada sesama umat..... Ah, sudahlah. Ya, saya memang melakukan ini semata-mata untuk uang! Cheers!

LEAVE A REPLY