menghilangkan kebiasaan buruk pasanganArtikel ini sebenarnya saya dedikasikan untuk seorang sahabat saya. Tapi lebih karena saya merasa kasus yang sedang menimpa sahabat saya ini juga banyak terjadi pada para pejuang cinta di luar sana. Ini tentang bagaimana menghadapi pacar yang punya kebiasaan buruk dan bagaimana cara kamu membantunya untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

Ada banyak bentuk kebiasaan buruk yang kalai dikumpulkan bisa jadi setebal kamus bahasa Indo. Mulai kebiasaan buruk kecil seperti kebiasaan ngorok, kebiasaan ngupil depan guru atau kebiasaan boker di sumur tetangga (heh?)

Atau sampai kebiasaan parah yang bisa ngaruh ke masa depan si pacar, seperti kebiasaan dugem, kebiasaan merokok atau kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan narkotika (ketergantungan obat).

Sebagai pacar yang seharusnya lebih dekat daripada sahabat, kamu adalah orang yang bertanggungjawab untuk mengingatkan, menjelaskan dan membantu si doi menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Tapi justru disinilah pertengkaran demi pertengkaran akan berawal mula kalau kamu tidak tau dari mana harus memulai.

Pada artikel ini akan saya berikan 7 langkah menghilangkan kebiasaan buruk pacar kamu. Lakukan langkah demi langkah ini dengan kesabaran, karena proses menghilangkan kebiasaan dan ketergantungan seseorang memang tidak bisa dipaksakan, atau semuanya bakal berakhir dengan tonjok-tonjokan.

Tanpa basa dan basi lagi, kita langsung lompat ke poin pertama.

1. Pastikan Apakah Memang Kebiasaan

Saya tidak seharusnya kembali menjelaskan definisi kata ‘kebiasaan’ pada kalian yang menurut program pemerintah wajib lulus setidaknya bangku sekolah dasar. Kebiasaan berarti sebuah kegiatan yang terlepas dari baik atau buruknya, dilakukan dengan berulang secara sadar ataupun tidak. Kamu harus ingat lagi definisi ini sebelum mengkonfrontasi kebiasaan buruk pacar kamu.

Kenapa?

Karena di banyak kasus, pacar dituduh memiliki kebiasaan buruk setelah baru kedapatan melakukannya 2 kali. Well, perilaku buruk yang baru dilakukan 2 kali belum termasuk kebiasaan bung.

Jadi jangan buru-buru memvonis kalau pacar kamu punya kebiasaan buruk kalau baru kamu dapati 2 atau 3 kali. Kebiasaan buruk biasanya dilakukan dengan frekuensi yang tinggi untuk waktu yang lama. Jadi kalau kamu melihat pacar kamu punya kecenderungan untuk melakukan hal buruk yang sama, beri waktu untuk memastikan bahwa perilaku itu memang kebiasaan dan bukan cuma sekedar kebetulan atau ketidaksengajaan.

Kalau dalam setidaknya 6 bulan si doi masih melakukan perilaku buruk yang sama dengan frekuensi yang tinggi, kamu boleh lompat ke poin berikutnya.

2. Pastikan si Doi Setuju Bahwa Itu Kebiasaan Buruk

Apa yang baik dan apa yang buruk itu berbeda berdasarkan standar masing-masing orang. Misalnya, mendengarkan ceramah Habib Rizieq yang penuh amarah dan kebencian itu mungkin adalah sesuatu yang buruk bagi kamu, tapi bagi beberapa pria berdaster yang ber-IQ tiarap, itu justru ceramah yang menenangkan jiwa (ini contoh aja ya). Dan ini teraplikasi secara otomatis dalam semua hal, termasuk soal kebiasaan.

Memang ada beberapa kebiasaan yang sudah jelas buruk di mata dan standar semua orang, misalnya kebiasaan pipis di pintu kelas atau kebiasaan tidur siang di dalam sumur tua (heh?).

Oke, lupakan contoh yang terakhir. Intinya, untuk membantu pacar menghilangkan kebiasaan buruknya, si doi juga harus sadar bahwa kebiasaan tersebut memang kebiasaan buruk. Kenapa?

  • Karena yang menurut kamu kebiasaan buruk, belum tentu juga dipandang kebiasaan buruk di mata si doi. Pacar kamu pasti menolak menghilangkan kebiasaan yang bagi dia tidak perlu dihilangkan.
  • Karena menghilangkan kebiasaan buruk juga harus datang dari kemauan diri sendiri si doi dulu. Kalau si doi tidak menyadari kebiasaan buruknya, tidak akan ada kemauan untuk menghilangkannya, kan?

Disini harus ada diskusi yang apik dan dewasa antara kamu dan dia. Beritahu si doi bahwa kebiasaan dia itu adalah kebiasaan buruk di mata kamu. Berikan alasan kenapa itu buruk dan berikan alasan kenapa dia harus menghilangkan kebiasaan tersebut. Jika si doi setuju bahwa kebiasaannya itu adalah kebiasaan buruk yang patut dihilangkan, biarkan dia tau kamu akan selalu ada untuk men-support dia dalam hal tersebut.

3. Cari Tau Penyebabnya

Kebiasaan buruk apapun tidak mungkin terjadi begitu saja tanpa sebab. Mulai dari kebiasaan merokok, kebiasaan pakai obat-obatan, kebiasaan dugem atau mungkin cuma kebiasaan nempel upil di meja dosen, semua pasti ada penyebabnya. Mengetahui penyebab awal kebiasaan buruk akan membantu kamu untuk mendapatkan solusi menghilangkan kebiasaan tersebut.

Sekali lagi, pembahasan ini memang saya bahas secara umum saja. Karena jujur aja, terlalu banyak kebiasaan buruk yang mungkin dilakukan pacar kamu. Soal mencari penyebab kebiasaan buruk, saya coba beri contoh deh biar gampang.

Misalnya pacar kamu punya kebiasaan buruk merokok yang mau kamu hilangkan. Penyebab kebiasaan merokok kebanyakan datang dari pengaruh lingkungan (iyalah, kan gak mungkin ortu yang ngajarin). Tumbuh besar dalam lingkungan pertemanan yang bebas dan suka mencoba-coba akhirnya membuat pacar kamu terbiasa merokok (atau mungkin lebih parah dari rokok).

Karena penyebab awalnya adalah pengaruh lingkungan, solusi pertama untuk membatu pacar kamu berhenti merokok adalah menjauhkannya dari lingkungan perokok. Karena kemauan untuk melakukan kebiasaan buruk, apapun itu, semakin besar ketika bersama-sama. Membatasi pergaulan si doi dari teman-teman perokoknya adalah langkah awal yang bisa kamu tempuh.

Itu tadi salah satu dari banyak contoh kebiasaan buruk. Tapi apapun kebiasaan buruknya, awali langkah kamu membantu si doi dengan mengenali penyebab awal datangnya kebiasaan buruk tersebut.

4. Beri Penjelasan

Tapi jujur saja, apapun kebiasaannya, pacar kamu pasti punya alasan kenapa dia mempertahankan kebiasaan tersebut sampai selama ini. Mungkin karena tuntutan pekerjaan (misalnya kebiasaan minum obat tidur), tuntutan kebutuhan (kebiasaan dugem untuk hilangkan stress) atau sekedar mendapatkan kenikmatan tersendiri (kebiasaan merokok, kebiasaan masturbasi atau pakai obat-obatan).

Apapun alasannya, yang jelas si doi mendapatkan sesuatu dari kebiasaan tersebut. Dan sesuatu tersebut belum tentu bisa dengan mudah akan direlakan oleh si doi.

Disini kamu bertugas untuk memberikan penjelasan yang paling rinci yang kamu bisa mengenai dampak buruk yang akan ditimbulkan oleh kebiasaan buruk tersebut. Kamu bisa cari banyak konten bacaan atau video tentang bahaya rokok. Atau kamu juga bisa meminta cowok kamu membaca artikel soal bahaya kebiasaan onani yang sudah pernah saya tulis. Pokoknya, cari dan jelaskan semua dampak buruk yang bisa disebabkan oleh kebiasaan si doi itu.

Setelah menjelaskan dampak buruknya, berikan pilihan solusi sebagai pengganti kenikmatan yang dia dapatkan dari kebiasaan buruknya tersebut. Misalnya, mengganti rokok dengan permen atau mengganti aktivitas dugemnya dengan sesi ‘hot video call’ sama kamu (hehe).

Dengan berdiskusi seperti ini, akan muncul banyak ide solusi baru yang bisa dilakukan si doi untuk menghilangkan kebiasaan buruknya, tentunya dengan keterlibatan aktif kamu sebagai mahkluk yang menyandang predikat ‘pacar the best’ (cieeeeh).

5. Bantu Dengan Terapi

Tidak bisa dipungkiri, beberapa kebiasaan terjadi karena dimotori oleh ketagihan. Ketagihan bukan sesuatu yang bisa dikendalikan secara sadar oleh pikiran. Ketagihan adalah dorongan yang muncul dari alam bawah sadar dan terkadang bahkan mempengaruhi fisik seseorang secara langsung. Kalau kebiasaan buruk pacar kamu sudah berkenaan dengan persoalan ketagihan, misalnya dengan minuman atau obat-obatan, sudah saatnya mencari bantuan profesional.

Karena ketagihan bukan sesuatu yang bisa dikendalikan secara sadar, melepaskan ketagihan tidak cukup cuma dengan kemauan dan beberapa solusi tolol. Terkadang memang dibutuhkan beberapa pengobatan medis untuk menekan dorongan ketagihan tersebut.

Kalau memang pacar kamu ketagihan terhadap sesuatu, sudah menjadi tugas kamu sebagai pacar untuk menjadi orang pertama yang menyarankannya diterapi atau rehabilitasi.

Terkadang ada rasa takut, ragu dan malu ketika seseorang diminta untuk rehabilitasi. Berikan rasa aman kepada si doi dengan memastikan bahwa kamu selalu ada dalam setiap proses rehabilitasinya, dari awal sampai akhir. Pastikan kamu ada mulai saat komunikasi awal dengan pusat rehabilitasi, saat si doi setuju untuk masuk program tersebut, dan setiap hari sampai akhirnya si doi dinyatakan sehat kembali.

Tugas yang berat memang. Tapi siapa juga yang bilang pacaran serius itu cuma ada enaknya aja?

6. Minta Dukungan Teman dan Keluarganya

Salah satu hal penting yang harus ada dalam proses menghilangkan kebiasaan buruk pasangan adalah pengawasan. Kebiasaan tidak bisa dihilangkan sebenarnya, tapi hanya bisa digantikan dengan kebiasaan yang lain. Jadi si doi harus terbiasa untuk melakukan kebiasaan baru: terbiasa untuk tidak melakukan kebiasaan buruk lamanya.

Kalau otak beku kamu sedikit ngilu karena penjelasan saya di atas, biar saya sederhanakan (hehe peace). Saya akan beri contoh biar lebih gampang.

Kalau pacar ingin menghilangkan kebiasaan merokoknya, seseorang harus selalu mengingatkan dia untuk mengulum permen ketika keinginan merokok itu datang. Jadi sebagai permulaan, kebiasaan merokok pacar kamu harus perlahan diganti menjadi kebiasaan ngemut permen. Nah, dah ngerti kan?

Tapi bagaimana caranya kamu mengingatkan dia untuk ngemut permen saat kalian sedang ada di rumah masing-masing? Mungkin saat jalan bareng, si doi rela ngemut 17 permen sekaligus demi menghilangkan kebiasaan merokoknya. Tapi ketika kamu tiba di rumah dan berpikir si doi melakukan hal yang sama jauh disana, dia sebenarnya sedang merokok marathon 13 bungkus tanpa henti di rumahnya.

Ini bisa terjadi karena kamu sendiri tidak akan cukup untuk mengawasi si doi. Maka dari itu kamu butuh bantuan dari keluarga dan teman-temannya. Komunikasikan kepada teman dan keluarganya bahwa si doi sedang dalam proses untuk berhenti merokok. Dengan begini, baik saat si doi sedang jalan bareng kamu, nongkrong bareng temannya atau di rumah bareng keluarganya, pengawasan selalu tetap ada.

Ini adalah salah satu alasan kenapa sebagai pacar kamu harus mendekatkan diri dengan teman dan keluarga si doi.

7. Terus Berjuang Atau Tinggalkan?

6 poin sebelumnya sebenarnya adalah step by step progress yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan kebiasaan buruk pasangan kamu. Tapi yang namanya juga progress, beberapa orang mungkin akan tersangkut di poin tertentu. Mungkin di poin kedua, ketiga atau keempat, tergantung dari apa kebiasaan yang dimaksud dan seberapa besar ketergantungan si doi terhadap kebiasaan tersebut.

Saya ingin kamu ingat satu hal ini: dalam setiap poin di atas, kamu selalu punya 2 piliha. Apakah mau lanjut berjuang atau tinggalkan si doi dengan kebiasaan buruknya itu.

Karena si doi bisa saja tidak mau mengakui bahwa kebiasaannya itu adalah kebiasaan buruk. Atau mungkin si doi memang tidak mau kehilangan kenikmatan yang dia dapatkan dari kebiasaan tersebut. Atau mungkin si doi menolak mendapat bantuan dari teman dan keluarganya. Hal-hal seperti ini akan membuat proses kamu buntu di tengah jalan.

Saat hal seperti itu terjadi, ingatkan diri kamu bahwa kamu bisa hengkang kapan saja kalau kamu mau. Faktanya, kamu belum bertanggungjawab sepenuhnya kepada masa depan si doi ketika status kamu masih sebagai pacar. Dan faktanya, mempertengkarkan kebiasaan buruk yang sama dalam hubungan terus menerus hanya akan membuat salah satu atau keduanya terluka.

Jadi, pikirkan dan putuskan dengan seksama: apakah menghilangkan kebiasaan buruk si doi masih layak diperjuangkan atau apakah putus adalah pilihan yang lebih tepat demi mempertahankan kewarasan?

LEAVE A REPLY