Cara Mengetahui Penyebab Perdepatan oleh CaraRahasiaMuhammad Saw. Nabi yang diyakini oleh umat Islam pernah berkata bahwa berdebat akan melemahkan hati. Dua orang yang berdebat akan lemah hatinya karena saling menyerang argumentasi. Perdebatan bagaikan kayu bakar, yang menang jadi arang, yang kalah jadi abu. Akan tetapi, debat yang dimaksud disini adalah debat kusir panjang lebar tanpa solusi dan makna. Berikut ini akan kami sajikan cara untuk mengetahui penyebab terjadinya perdebatan.

1. Perhatikan Definisinya

Definisi adalah hal yang paling penting dan utama dalam suatu pembahasan. Definisi berfungsi membatasi pengertian tentang suatu pokok pembahasan agar tidak melebar. Nah, jika dua orang sedang berdebat, perhatikan definisi kedua orang tersebut tentang sesuatu yang mereka perdebatkan. Misalnya mereka berdebat tentang setan. Yang satu mendefinisikan setan sebagai arwah yang penasaran, sementara yang lain mendefinisikan setan sebagai makhluk ilusi dari imajinasi film atau cerita legenda. Tentu perdebatan akan terjadi diantara mereka karena perbedaan definisi keduanya tentang setan tersebut.

2. Perhatikan Ideologinya

Selain dikarenakan perbedaan definisi, perdebatan juga dapat terjadi karena perbedaan ideologi atau pandangan hidup dari mereka yang terjebak dalam perdebatan. Misalnya obyek perdebatan tetap setan. Yang satu berideologi kapitalis dan yang satu berideologi sosialis. Maka, yang berideologi kapitalis akan mengatakan bahwa setan harus tetap diyakini oleh masyarakat sehingga mereka tetap menonton film horor produksi kaum kapitalis agar pemasukan kaum kapitalis tersebut terus bertambah. Dan sebaliknya, tentu yang berideologi sosialis menentang keyakinan akan adanya setan. Karena keyakinan tentangnya membuat masyarakat terus menonton film produksi kaum kapitalis yang justru semakin memperkaya kaum kapitalis tersebut.

3. Perhatikan Pandangan Dunianya

Loading...

Ideologi seseorang bergantung pada pandangan dunianya. Kalau bukan materialis atau yang hanya mempercayai sesuatu yang dapat diinderai (materi), pastilah rasionalis atau yang mempercayai bahwa rasio atau akal yang menyimpulkan pengetahuan indera (materi). Perdebatan juga dapat terjadi karena perbedaan pandangan dunia kedua orang yang tengah berdebat tersebut. Yang materialis pasti akan mengatakan bahwa setan itu tidak ada karena tidak dapat diinderai. Sementara yang rasionalis akan mengatakan bahwa setan itu tidak ada karena tertolak di akal. Yang ada hanyalah jin. Itupun, jin tidak dapat ditangkap oleh indera. Ia ditangkap oleh alam khayal seorang manusia.

4. Perhatikan Epistemologinya

Ideologi dan pandangan dunia seseorang tentang segala sesuatu dapat diketahui dari bagaimana mereka memperoleh pengetahuan. Hal ini dinamakan epistemologi. Kaum materialis tadi yang menganggap bahwa yang ada hanyalah yang dapat diinderai karena mereka hanya mengakui panca indera sebagai satu-satunya alat memperoleh pengetahuan. Sementara kaum rasionalis yang menganggap bahwa akal yang menyimpulkan pengetahuan indera karena mereka mengakui ada 3 alat pengetahuan, indera, khayal dan akal.

Mari berdebat dengan etis dan bermakna!

* * * * *
Buku Formula Cinta

LEAVE A REPLY